October 22, 2021

PROGRAM MAGISTER ILMU AL-QUR'AN DAN TAFSIR

Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang

Menghadapi Perkuliahan, Prodi Magister IAT UIN Walisongo Menghelat Stadium General dengan Tajuk “Metodologi Penelitian Etnografi Virtual”

Semarang – Mengawali perkuliahan di semester genap 2020/2021, Program Studi Magister IAT UIN Walisongo semarang menghelat acara Studium General dengan mengambil tema Metodologi Penelitian Etnografi Virtual. Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang, Dr. H. Hasyim Muhammad. Dalam sambutannya, Hasyim menegaskan bahwa kegiatan semacam ini harus terus dijadikan sebagai kegiatan rutin semester dalam rangka untuk menambah wawasan baru tentang tema-tema kekinian.

Kegiatan ini dilaksanakan secara luring atau offline dan dihadiri oleh lebih dari 50 mahasiswa dan dosen dengan tetap mengikuti prokes. Menurut Kaprodi S2 IAT UIN Walisongo, Dr. Mohammad Nor Ichwan, tema etnografi virtual dipilih lebih disebabkan karena pada masa pandemi ini, aktifitas mahasiswa lebih banyak dilakukan di rumah, sehingga beberapa mahasiswa yang dituntut harus segera menyelesaikan studinya, terkendala dalam proses penelitian tesisnya. Sehingga, penelitian yang berbasis virtual, bisa dijadikan sebagai alternatif di dalam melakukan penelitian itu.

Sebagai nara sumber dalam kegiatan ini, pakar bahasa dari Universitas Dian Nuswantara (UDINUS) Semarang, Dr. Jumanto memaparkan secara komprehensif tentang Pragmatics, Cyber-Pragmatics, and Virtual Ethnography. Menurutnya, penelitian etnografi virtual merupakan sebuah keniscayaan pada masa sekarang ini. Sebab, jika dahulu hanya ada dua dunia, yakni The Real World dan The After World, maka sekarang ini bertambah satu lagi dunia, yakni The Digital World, yang menjadi Public Places (tempat umum). Semua kegiatan saat ini hampir tidak mungkin tidak melibatkan dunia virtual.[]